PERAN GURU BIDANG STUDI

1. Latar Belakang

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu faktor yang menunjang dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari istilah “Guidance and Counseling”. Secara istilah bimbingan dapat diartikan secara umum sebagai suatu bantuan. Lebih lanjut bimbingan merupakan bantuan yang diberikan oleh  seseorang yang telah terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian yanhg memadai kepada seseorang atau bimbingan merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa, agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sedangkan konseling secara etimologis berasal dari bahasa latin yaitu “Consilium” yang berarti dengan atau bersama yang dirangkai dengan kata menerima atau memahami. Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu dalam mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya di mana proses tersebut terjadi setiap waktu. Dapat dikatakan juga bahwa konseling merupakan bentuk khusus dari bimbingan, yaitu suatu layanan yang diberikan oleh konselor kepada klien (orang yang mengalami masalah) secara individu.

Bimbingan memiliki tujuan yaitu untuk mengembagkan setiap individu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Selain itu juga bimbingan dimaksudkan untuk agar individu dapat mengembangkan dirinya secara optimal menjadi pribadi yang mandiri. Dengan tercapainya kemandirian tersebut, maka individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu bimbingan dapat di lakukan di luar sekolah. namun tetap dilakukan oleh ahli yang memiliki kemempuan khusus dalam bidang bimbingan. Sedangkan konseling bertujuan agar terjadi perubahan pada tingkah laku klien. Konselor memusatkan perhatiannya kepada klien dengan memcurahkan segala daya dan upaya demi perubahan pada diri klien, yaitu perubahan ke arah yang lebih baik, teratasinya masalah yang sedang dihadapi oleh klien.

Bimbingan dan konseling dilaksanakan pada tiap-tiap sekolah. Dalam pelaksanaannya Bimbingan dan Konseling di sekolah di lakukan oleh guru BK itu sendiri. Umummya banyak kesan negatif yang diberikan kepada BK. BK dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan, bermasalah, dan seolah-olah hanya anak-anak yang tidak disiplinlah yang berurusan dengan BK. Namun pada dasarnya BK tidak seperti itu, tapi BK memberikan pelayanan-pelayanan tertentu seperti info tentang sekolah tingkat atas maupun perguruan tinggi. Bahkan lebih dari itu BK membantu siswa dalam menyelesaikan masalahnya.

Dalam pelaksanaannya di sekolah guru BK terkadang tidak hanya bekerja sendiri, tetapi terkadang juga melibatkan guru bidang studi. Guru bidang studi dapat dijadikan acuan untuk menbantu guru BK dalam menangani masalah-masalah yang dihadapi oleh para siswa. Guru bidang studi dianggap lebih memahami dan mengerti siswanya dibandingkan dengan guru BK, kerena guru bidang studi memiliki kesempstan untuk bertatap muka dengan siswa lebih sering dibandingkan dengan guru BK yang hanya pada waktu-waktu tertentu saja memiliki kesempatan untuk memasuki kelas. Untuk itu perlu dikaji tentang peran guru bidang studi dalam hubungannya dengan bimbingan dan konseling. Pada umumnya tidak semua sekolah menerapkan aturan seperti ini karena hal tersebut tergantung pada otonomi tiap-tiap sekolah.

  1. Maksud dan Tujuan Survey

Dalam survey yang dilakukan terhadap guru bidang studi ini memiliki beberapa maksud dan tujuan, diantaranya :

    1. Untuk memenuhi tugas ujian pada mata kuliah Bimbingan dan Konseling
    2. Untuk mengetahui bagaimana peran guru bidang studi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh guru BK

    1. Untuk mengetahui tentang kerjasama antara guru bidang studi dan guru BK

    1. Untuk mengetahui kagiatan apa saj ayang dilakukan antara guru bidang studi dan guru BK

BAB II

IDENTIFIKASI

 

Observasi tentang guru bidang studi dalam kegiatannya dengan guru BK ini dilakukan terhadap seorang guru yang bernama Gunanto. Beliau adalah seorang guru bidang studi Pendidikan agama Islam dan Bahasa Arab di SMA N 1 Bobotsari. Suatu SMA yang terdapat di kecamatan Bobotsari, Purbalingga.

Beliau adalah seorang dengan latar belakang keluarga sederhana, dan tiga bersaudara. Beliau dibesarkan dengan pendidikan agama yang ketat oleh keluarganya. Terbukti dari pendidikannya yang dilakukan bersamaan dengan pendidikan agama atau yang dikenal dengan “mondok”. Meskipun dengan latar belakang agama yang ketat orang tua mereka juga memperhatikan pendidikan formalnya. Pendidikannya dimulai dari SD N 1 Karangsari, MTs N Karanganyar, MA Tebu Ireng dan beliau memperoleh gelar S.Ag-nya di IAIN Sunan Gunung Jati bandung yangn lulus pada tahun 1997.

Setelah lulus beliau mengajar di sebuah SMK dan juga di sebuah madrasah di desanya sendiri. Kemudian setelah ada tes CPNS status guru yang disandangnya pun berganti dari tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Yang kemudian menenpatkannya di SMA N 1 Bobotsari.

Setelah mengajar selama beberapa tahun di SMA N 1 Bobotsari tentunya berbagai pengalaman dalam mengajar telah didapatkannya, tak terkecuali dengan guru BK. Beliau mengatakan bahwa guru bidang dalam bekerjasama dengan guru BK adalah sutu keharusan. Di mana keduanya saling berpengaruh, bukan hanya bagi siswa tetapi juga kelangsungan sekolahan tersubut. Lebih lanjut beliau menggatakan bahwa kerjasama dengan BK bertujuan untuk mencapai misi yaitu membentuk kepribadian siswa, di mana peran guru bidang studi maupun guru BK sangat berpengaruh. Selain itu juga kerjasama dilakukan untuk mencapai tujuan atau visi dan misi dari sekolah tersebut.

Beliau telah berpenglaman dalam kerjasama dengan guru BK, beliau mengatakan bahwa guru BK bukan hanya sebagai alat kontrol terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh siswa tetapi juga berperan dalam mengembangkan wawasan kepada peserta didik. Kedisiplinan para peserta didik juga merupakan peran yang harus dilaksanakan dengan guru BK. Kemudian berkaitan dengan guru BK, guru bidang studi dituntut untuk membantu BK dalam memotivasi siswa agar siswa lebih giat dalam belajar. Dapat dikatakan bahwa guru bidang studi dalam mengajar melibatkan juga guru BK. Guru BK berfungsi sebagai alat kontrol terhadap afektif atau sikap siswa yang berkaitan dengan kepribadian dan pembentukan sifat.

Untuk itu beliau dalam mengajar menggunakan metode-metode tertentu yang dapat memudahkan siswa dalam mengikuti mata pelajaran yang diampu olehnya. Beliau mengatakan bahwa dalam mengajar terlebih dahulu harus membuat suasana yang menyenangkan, dengan cara tersebut siswa diharapkan dapat mengikuti pelajaran dengan baik tanpa ada rasa tertekan. Selain itu juga dengan siswa yang telah menginjak usia remaja juga diharapkan dapat menciptakan suasana kekeluargaan.

Untuk lebih terperincinya beliau mengatakan bahwa metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). PAIKEM merupakan pendekatan dalam proses belajar mengajar yang bila diterapkan secara tepat berpeluang dapat meningkatkan tiga hal, pertama maksimalisasi pengaruh fisik terhadap jiwa,  kedua, maksimalisasi pengaruh jiwa terhadap proses psikofisik dan psikososial, dan ketiga, bimbingan ke arah pengalaman kehidupan spiritual.

Jika pembelajaran agama Islam dipahami sebagai penbelajaran untuk melatih jiwa seseorang agar terdorong untuk membiasakan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, sebagaimana konsep Al Ghazali, maka pembelajaran agama Islam dengan menggunakan pendekatan PAIKEM setidaknya bisa memberikan harapan baru untuk  efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran agama Islam.

BAB III

ANALISIS DAN HASIL SURVEY

Pengertian guru sangat banyak makna dan arti, ada yang bilang juga arti guru digugu terus ditiru yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah dipercaya dan dicontoh. Guru dari bahasa Sansekerta guru yang juga berarti guru, tetapi artinya harafiahnya adalah “berat” adalah seorang pengajar suatu ilmu.

Di sekolah khususnya pada tingkat menengah maupun tingkat atas terdapat guru bidang studi. Guru bidang studi merupakan guru yang mengajar dengan spesialisasi mata pelajaran tertentu, misalkan guru bidang studi agama Islam. Guru tersebut hannya mengajar pad bidang studi agama Islam. Namun pada keyataannya di sekolah masih ditemukan adanya guru yang merangkap atau mengajar dua bidang studi sekaligus. Seperti yang terjadi pada guru yang telah diobservasi, beliau merangkap dua bidang studi yaitu pendidikak agama Islam dan bahasa Arab. Hal tersebut terjadi karena kurangnya tenaga pengajar, karena bidang studi bahasa Arab merupakan mata pelajaran atau bidang studi bahasa asing yang merupakan pilihan pada setiap sekolahan.

Guru bidang studi dalam mengajar peserta didiknya menggunakan metode-metode tertentu. Dalam kamus besar bahasa Indonesi, metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan guna mencapai apa yang telah ditenukan. Dengan kata lain metode adalah suatu cara yang sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Berkaitan dengan pembelajaran ada yang dinamakan model pembelajaran. Model pembelajaran adalah suatu cara atau jalan yang ditempuh yang sesuai dan serasi untuk menyajikan suatu hal sehingga akan tercapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai yang diharapkan.

Pada kurikulum KTSP yang kini diterapkan di sekolah-sekolah digunakan model pembelajaran PAIKEM. Pengertian PAIKEM, secara bahasa dan istilah dapat dijelaskan secara singkat, ia merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Istilah aktif maksudnya pembelajaran adalah sebuah proses aktif membangun makna dan pemahaman dari informasi, ilmu pengetahuan maupun pengalaman oleh peserta didik sendiri. Istilah inovatif dimaksudkan dalam proses pembelajaran diharapkan muncul ide-ide baru atau inovasi-inovasi positif yanglebih baik. Istilah kreatif memiliki makna bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses mengembangkan kreatifitas peserta didik. Istilah efektif berarti bahwa model pembelajaran apapun yang dipilih harus menjamin bahwa tujuan pembelajaran akan tercapai secara maksimal. Kemudian yang terakhir adalah menyenangkan. Menyenangkan dimaksudkan bahwa proses pembelajaran harus harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan.

Dalam pelaksanaan belajar mengajar di sekolah diperlukan adanya kerjasama antar unsur yang ada, seperti guru bidang studi, metode pembelajaran dan tak terkecuali guru BK. Guru bidang studi merupakan unsur yang paling mengerti akan kondisi peserta didiknya di kelas. Namun dalam pelaksanaannya guru bidang studi juga memerlukan peran dari guru BK. Pada setip sekolah terdapt guru BK, guru BK berperan dalam mengembangkan kedisiplinan siswa dan pembentukan sikap atau afektif. Yang tak kalah penting adalah untuk mencapai visi dan misi dari sekolah tersebut. Untuk itu diperlukan adanya kerjasama antara guru bidang studi dengan guru BK. Bentuk kerjasamanya dapat berupa point pelanggaran terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh siswa terhadap guru bidang studi. Sebagai contoh ada siswa yang melanggar aturan dalam proses belajar mengajar di kelas, kemudian guru memberikan sangsi terhadap siswa tersebut kemudian melaporkannya kepada guru BK. Dapat dikatakan bahwa BK dijadikan juga sebagai alat kontrol siswa di sekolah dan sebagai afektif atau pengendalian sikap siswa di sekolah.

Bentuk kegiatan BK di sekolah meliputi pembimbingan terhadap siswa, mengarahkan minat dan bakat siswa melalui penjurusan, dan memberikan informasi atau pengarahan terhadap siswa setelal lulus sekolah. Pada dasarnya seluruh kegiatan BK tersebut melibatkan guru bidang studi.

BK memiliki waktu khusus yang diberikan oleh guru bidang studi yaitu dua jam pelajaran disetiap minggunya. Kemudian pada kegiatan Jum’at pagi BK memiliki kesempatan untuk bersosialisasi kepada siswa. Namun masuknya BK ke ruang kelas pada Jum’at pagi tidak rutin setiap hari tersebut, akan tetapi bergantian dengan jadwal Jum’at pagi lainnya. Namum berdasarkan fakta tersebut dapat dikatakan bahwa BK memiliki kedudukan penting dalam terselenggaranya pendidikan di sekolah. Terbukti dengan adanya waktu khusus yang diberikan kepada guru BK dan kerjasamanya dengan guru bidang studi.

 

BAB IV

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Berdasrkan observasi yang dilakukan dapar disimpulkan bahwa BK merupakan salah satu unsur dalam pencapaian visi dan misi pada sekolah masing-masing. Dapat dikatakan bahwa BK memiliki kedudukan yang penting dalam sekolah. Berkaitan dengan guru bidang studi BK juga memiliki peran penting dalam pembentukan afektif atau sikap agar menjadi siswa yang berkepribadin. Bukan hanya berkaitan dengan disiplin di sekolah, BK juga terlibat dalam mengarahkan siswa sesuai dengan minat siswa melalui program penjurusan.

Sehingga antara guru BK dan guru bidang studi saling bekerjasama demi tercapainya visi dan misi di sekolah. Tentunya melalui berbagai bentuk kegiatan kerjasama yang dilakukan dengan guru bidang studi.

  1. Saran

Berdaasarkan observasi di atas observer menyarankan agar guru bidang studi dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak terkesan kaku. Kegiatan belajar mengajar di sekolah diharapkan dapat memotivasi siswa agar menjadi lebih baik. Hal ini dapat di manfaatkan dengan adanya guru BK yang pada dasarnya juga bertugas dalam pembentukan sikap siswa. Diharapkan guru bidang studi dapat bekerjasama dengan guru BK agar dapat saling melengkapi pad fungsinya masing-masing, sehingga dapat tercapai visi dan misi dari sekolah tersebut.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Mugiarso, Heru. dkk. 2007. Bimbingan dan Konseling. Semarang : UPTK MKK UNNES
  • SM, Ismail. 2009. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang : RaSAIL Media Group.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s