ISU-ISU LOKAL YANG BERKAITAN DENGAN MATERI PEMBELAJARAN

Pencurian

Akhir-akhir ini sering terdengar isu tentang pencurian. Pencurian yang dilakukan ini biasanya mengambil barang-barang seperti laptop, uang, dompet, hingga telephone genggam atau hand phone bahkan sepeda motor. Yang umumnya ini sering dialami oleh para mahasiswa. Kurangnya kehati-hatian siswa sering memunculkan peluang terjadinya pencurian.

Berdasarkan isu yang beredar, yang paling sering terjadi adalah pencurian laptop, beserta dompet dan telephone genggam (hp). Sseperti yang terjadi beberapa hari yang lalu tentang seorang mahasiswa yang barang-barang miliknya seperti handpone dan dompet. Pelakunya pun tidak lain adalah teman dekat korban sendiri yang telah memahami akan keadaan temannya tersebut. Namun kebanyakan dari khasus seperti ini yang terjadi di sini tidak melibatkan pihak berwajib atau polisi. Mereka cenderung pasrah dan menerima keadaan dan berharap mereka tidak mengulanginya lagi.

Dengan kondisi yang demikian kini pengamanan mulai diperketat, baik oleh diri sendiri maupun lingkungan. Oleh diri sendiri yang terjadi pada anak kost misalnya dengan lebih hati-hati dalam memilih teman bahkan hingga memperketat pengamanan seperti dalam hal mengunci pintu kamar dan sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan atas apa yang telah terjadi. Oleh lingkungan sendiri misalnya oleh pemilik kost, para tamu harus melapor terlebih dahulu ketika berkunjung. Demikian isu yang terdengar akhir-akhir ini, dari isu tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam memberikan materi sosiologi di ssekolah.

 

 

 

 

 

 

Dari isu yang terjadi di atas dapt di jadikan sebagai bahan ajar siswa pada mata pelajaran sosiologi tentang perilaku menyimpang dan pengendalian sosial. Perilaku menyimpang tersebut dapat terjadi karena pengaruh dari lingkungan pergaulan maupun dorongan ekonomi, namum hal ini dapat dikendalikan melalui beberapa lembaga pengendalian seperti pooisi maupun sekolah.

A.Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang adalah tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok sosial yang tidak sesuai atau melawan kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakat.

  1. Penyebab periaku menyimpang diantaranya adalah ;
  2. Lingkungan pergaulan
  3. Dorongan ekonomi (kemiskinan)
  4. Keinginan untuk dipuji
  5. Pelabelan (pemberian label tertentu)
  6. Gangguan jiwa atau mental (pembawaan)
  7. Pengaruh media massa
    1. Perilaku menyimpangn sebagai akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna

Proses sosialisasi dapat dianggap tidak berhasil apabila individu tidak dapat mendalami norma-norma masyarakat yang berlaku. Hal ini terjadi jika masing-masing media sosialisasi dalam memberinpesan tidak sejalan, bahkan saling bertentangan satu sama lain.

  1. Berbagai jenis perilaku menyimpang

a)      Berdasarkan tujuan

1)      Penyimpangan sosial positif, yaitu penyimpangan yang memberikan kauntungan bagi kehidupan masyarakat

2)      Penyimpangan sosial negatif, yaitu penyimpangan sosial yang mengarah pada nilai-nilai yang dipandang rendah oleh masyarakat

b)      Berdasarkan sifatnya

1)      Penyimpangan primer, yaitu penyimpangan yang dilakukan seseorang yang bersifat temporer dan tidak berulang-ulang

2)      Penyiimpangan sekunder, terjadi jika seseorang tersebut mengulangi perilaku menyimpang yang pernah dilakukan

c)      Berdasarkan jumlah pelaku

1)      Penyimpangan individual, yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang karena mengabaikan dan menolak nilai dan norma

2)      Penyimpangan kolektif, yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok warga masyarakat secara bersama-sama

3)      Penyimpangan cvampuran, yaitu penyimpangan yang dilakukan oleh golongan sosial yang terorganisir secara rapi sehinggan individu di dalambya tunduk pada norma golongan.

d)     Berdasarkan jenisnya

1)      Perilaku menyimpang yang dianggap sebagai kejahatan. Misalnya penganiayaan, pencurian dan perusakan

2)      Penyimpangan seksual, yaitu perilaku seksual yang tidak lazim. Misalnya perzinahan, perselingkuhan, dan homoseksualitas

3)      Penyimpangan dalam bentuk pemakaian obat yang berlebihan. Misalnya narkotik, candu,, dan alkoholisme

4)      Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang berbeda dari biasanya. Misalnya perjudian, tawuran, dan perkelahian antar geng

 

B.Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial adalah suatu proses yang direncanakan atau tidak direncanakan yang mengajak, membimbing, bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakt.

  1. Fungsi pengendalian sosial

Pengendalian sosial berfungsi agar masyarakat mematuhi nilai dan norma sosial yang belaku, baik dengan kesadaran sendiri maupun dengan paksaan

  1. Sifat pengendalian sosial

a)      Preventif, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan sebelum penyimpangan sosial terjadi

b)      Represif, yaitu pengendalian sosial yang dilakukan setelah penyimpangan sosial terjadi

  1. Cara pengendalian sosial

a)      Koersif (paksaan)

b)      Persuasif (tanpa paksaan)

c)      Compulsion

d)     Pervasion

  1. Peran lembaga sosial

a)      Polisi : menjaga keamanan dan ketertiban sosial

b)      Pengadilan : menyelidiki, mengusut, dan menjatuhkan hukuman

c)      Pengadilan adat : menjatuhkan hukuman berdasarkan peraturan adat

d)     Tokoh masyarakat : memberi nasihat, membimbing, dan menegur warga

e)      Sekolah : mendidik dan mengajar siswa agar bertindak ssuai peraturan

f)       Keluarga : sosialisasi yang pertama dan utama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s